Showing posts with label dinar emas. Show all posts
Showing posts with label dinar emas. Show all posts

Tuesday, November 28, 2017

Perlukah Garansi Buyback dalam Pembelian Dinar Emas?

Diantara pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh calon pembeli koin Dinar Emas, salah satunya adalah pertanyaan terkait garansi buyback alias jaminan bahwa koin yang dibeli nantinya bisa dijual kembali apabila suatu saat membutuhkan dana tunai (Rupiah). Sebenarnya perlu atau Enggak sih Garansi buyback dalam pembelian Dinar Emas itu? Yuk kita kupas perlu tidaknya garansi buyback dalam artikel kali ini, bismillah ..



Sebagaimana yang telah menjadi kaidah umum dalam dunia perdagangan, salah satu upaya pihak penjual agar dapat mempertahankan loyalitas dari pembeli adalah dengan memberikan layanan purna jual atau bahasa kerennya "After Sales Service" demi menjaga kepuasan dari pelanggan atas produk yang dibelinya. Demikian pula dengan transaksi Dinar Emas dimana salah satu entry point layanan purna jual yang diharapkan oleh pembeli pada umumnya adalah jaminan pembelian kembali jika suatu saat membutuhkan dana tunai (Rp) untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan tertentu dalam kehidupannya.

Baca juga artikel terkait lainnya : Inilah Pertimbangan yang keliru saat membeli Dinar 

Penting untuk Anda ketahui, hal terkait jaminan garansi buyback koin Dinar Emas terbagi menjadi 2 pendapat yang dianut oleh teman teman jaringan distribusi Dinar Emas di Indonesia, yaitu pendapat yang meniadakan buyback, dan pendapat yang menerima buyback.

Pendapat Pertama : Koin Dinar Emas yang telah di beli tidak bisa ditukar kembali ke tunai Rupiah (fiat money)


Pihak yang berpegang pada pendapat pertama memandang garansi buyback tidak diperlukan, oleh karena itu sikap tegas telah ditetapkan oleh jaringan distribusi yang menganut pandangan ini dengan menyampaikan sejak awal kepada masyarakat yang ingin menukarkan dana simpanan Rupiahnya ke koin Dinar bahwa sekali Dinar dibeli maka tidak bisa ditukar kembali ke tunai Rupiah. Adapun dasar pertimbangan menghapus garansi buyback diantaranya karena ; koin dinar emas adalah lambang hijrah materi dari uang yang buruk dan dibenci Allah serta Rosul-NYA (uang fiat bank, karena dibuat dengan penuh tipu muslihat tanpa sandaran backup asset riil) ke uang yang fitrah sesuai tuntunan Rosul (koin Dinar Emas). Bagi pemegang pandangan ini, sekali menghijrahkan materi dari uang yang buruk (uang fiat, seperti Rupiah) ke uang yang fitrah (Dinar Emas/ Dirham Perak) maka momentum hijrah tersebut harus dijaga dan jangan sampai kembali tergelincir koin Dinar nya ditukar ke uang fiat/Rupiah kembali. Adapun solusi yang diberikan oleh penganut pendapat pertama ini bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan pembiayaan mendesak dengan koin Dinar yang dimilikinya adalah dengan menghimbau agar bekerjasama dengan elemen masyarakat disekitarnya yang telah memiliki pemahaman yang sama sehingga keperluan pembiayaannya dapat ditransaksikan dengan alat pembayaran berupa koin Dinar Emas.

Artikel terkait lainnya : Kenapa Transaksi Dinar Emas sebaiknya harus COD


Pendapat Kedua : Menerima Buyback Koin Dinar Emas yang dibeli


Berbeda dengan pendapat pertama yang tegas tidak menerima buyback atas koin Dinar yang telah dibeli, Pendapat kedua dianut oleh sebagian jaringan distribusi Dinar Emas, yaitu memberikan layanan purna jual berupa garansi Buyback alias membantu membeli kembali koin Dinar Emas yang dibeli oleh konsumen apabila suatu saat konsumen membutuhkan dana tunai Rupiah untuk keperluan pembiayaan keperluan hidupnya suatu saat kelak. Adapun pertimbangan dari pemegang pendapat kedua ini adalah bahwa saat ini di Indonesia masih memberlakukan Undang Undang yang mengikat secara hukum terkait mata uang Rupiah sebagai alat pembayaran yang syah. Dengan demikian, keberadaan koin Dinar Emas sejauh ini masih dipandang sebagai media pelindung asset tabungan masyarakat, alat penghitung kekayaan dalam rangka perhitungan nisab zakat, medium untuk sedekah , mahar, dan wakaf. Bagi pemegang pendapat kedua ini, perjuangan untuk mengembalikan koin Dinar Emas ke masyarakat adalah pekerjaan besar yang harus dilakukan secara hati - hati tidak main asal hantam kromo dan frontal menghujat/menyerang pelaku ekonomi dan lembaga keuangan yang bertentangan dengan semangat perjuangan gerakan kembali ke koin Dinar dan Dirham.  


Spirit dari pendapat kedua ini terkait perjuangan pemasyarakatan kembali koin Dinar Emas agar kembali ke tangan masyarakat dianalogikan dengan upaya "melempar batu" ke arah musuh "raksasa lembaga lembaga keuangan ribawi yang saat ini berkuasa secara absolut mengatur perekonomian masyarakat kita dewasa ini. Sebagaimana firman Allah berikut : 

" Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS : Al Anfaal : 17)".



Bagi pemegang pendapat kedua, dakwah mengajak masyarakat agar mengamankan aset tabungannya dari bentuk uang Fiat/Valas/Rupiah ke koin Dinar Emas adalah perjuangan yang bersifat estafet dan bukan pekerjaan yang satu kali selesai. Dibutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat agar "bangun dari tidur panjangnya" dan mulai bergerak melakukan hijrah sedikit untuk memperbaiki tatanan perekonomian masyarakat yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rosul Nya. 


Demikian 2 pendapat yang berjalan saat ini di tengah masyarakat terkait perlu tidaknya garansi buyback dalam pembelian koin Dinar Emas. Pada akhirnya, pilihan akhir kembali ke tangan Anda... Mau beli hijrah beli Koin Dinar Emas ke jaringan distribusi yang berpegang pada pendapat yang pertama atau ke pendapat yang kedua, namun apapun pilihannya, marilah kita saling menghargai ikhtiar dari perbedaan kedua pendapat diatas. 


Karena meskipun kedua pendapat itu berbeda, namun semangatnya sama, yaitu sama sama berjuang untuk membumikan kembali koin Dinar Emas dan Dirham Perak di tangan masyarakat. 

Wallahu a'lam.  

=====
Berencana untuk membeli Dinar Emas? Silahkan isi form nya disini : Formulir Pembelian Koin Dinar Emas

Friday, June 23, 2017

Ternyata Tindakan Sederhana ini Efektif Menghancurkan Riba secara perlahan, Sudahkah Anda Mengetahuinya?

Jeratan riba/rente adalah sumber dari segala sumber penyebab kemiskinan dan hancurnya kehidupan banyak orang. Ternyata tindakan sederhana ini efektif menghancurkan riba secara perlahan. Sudahkah Anda Mengetahuinya? Yuk kita simak penjelasannya berikut ini...




Pada tulisan sebelumnya di blog ini  telah kita kupas secara tuntas bahwa  uang yang dibuat oleh Bank Sentral dan kita gunakan sehari-hari ternyata berasal dari hutang . Akibatnya,  uang menjadi barang/obyek rente karena sumber pengadaannya yang berasal dari kredit/hutang. Dengan demikian, maka konsekuensinya, setiap orang yang memegang dan mentransaksikan uang Bank baik secara langsung maupun tidak langsung dalam media transaksi ekonomi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mata rantai riba/rente,sekalipun uang yang didapatkannya melalui jalan usaha yang halal tetaplah tidak bisa membersihkan materi uang yang asal muasal pembuatannya dari sumber rente/kredit yang menjadi pembentuknya.  Hal ini sejalan dengan Sabda Rosulullah yang telah mengingatkan kita lebih dari 14 abad yang lampau, yang kurang lebih berbunyi ;

 "Sungguh akan datang satu jaman di tengah umat manusia, tidak akan ada satupun orang kecuali dia akan makan riba. Jika dia (tidak) memakannya (sekalipun) dia akan terkena asapnya."

Setelah kita mengetahui peringatan Baginda Rasulullah diatas, Beliau SAW juga memberikan kita "kabar baik" nya, yaitu bahwa dijanjikan kelak Riba akan dihancurkan dari muka bumi ini atas ijin Allah dan digantikan dengan disuburkannya sedekah, dengan perumpamaan dihancurkannya riba ini dengan kalimat yang sangat indah berbunyi "hancurnya riba seperti benang yang terlepas dari kainnya. "

Sekedar mengingatkan, bahwa kain berasal dari jalinan antar benang. Dan penyebab rusaknya kain adalah ..istilah jawa nya "mrotol" nya benang pada kain sehingga lama lama kainnya hancur.

Sadarkah kita, melalui analogi tersebut, Rasulullah SAW telah memberi kita clue/kata kunci bagaimana riba hancur dari muka bumi ini? Ya! melalui analogi kain tersebut, Riba hancur karena jalinan benang dalam kain terlepas satu per satu.

Jika riba diibaratkan sebagai sehelai kain, maka untaian benang yang menjalin membentuk kain adalah : Transaksi riba/rente! Dengan demikian, jika kita PUTUS TRANSAKSI nya maka "untaian benang" transaksi transaksi riba/rente akan dengan sendirinya terlepas dari "kain" sistem riba/rente yang selama ini memenjarakan kehidupan kita.

Apa saja transaksi riba/rente? Jawabnya sebanyak transaksi perekonomian yang ada di masyarakat. Mulai dari transaksi jual-beli, transaksi sewa-menyewa, transaksi pinjam-meminjam, transaksi titip-menitip, transaksi pembayaran gaji/upah pekerja, dan lain lain. Namun demikian ada benang merah dari semua transaksi tersebut yang menjadi benang utama penyusun riba/rente ditengah tengah masyarakat...apakah itu?

Salah satu benang merah utama penyusun kain sistem riba/rente adalah UANG!

Selama kita masih bertransaksi menggunakan uang yang diterbitkan melalui mekanisme ribawi oleh Bank Sentral maka selama itulah penjara riba rente akan selalu mengkerangkeng setiap denyut nadi dan nafas kehidupan kita.

Karena itu langkah sederhana yang dapat kita lakukan untuk meruntuhkan sistem riba bisa dimulai dengan MENGURANGI porsi simpanan cadangan uang yang dimiliki dengan cara memindahkan simpanan yang selama ini kita simpan dalam bentuk nominal uang baik berupa saldo uang di bank, saldo uang di media uang elektronik, maupun fisik uang tunai di tangan. Kepemilikan nominal uang yang kita miliki hanya kita pertahankan sesuai dengan tingkat kebutuhan minimum yang diperlukan untuk transaksi kebutuhan pokok yang hanya bisa dilakukan dengan nominal uang Bank.

Lantas setelah kita kurangi porsi simpanan cadangan uang yang dimiliki, dipindahkannya kemana? Sebaik-baik tempat dipindahkan ke sedekah/donasi/sumbangan kepada lembaga layananan kemasyarakatan yang membutuhkan. Setelah sedekah, sebagaimana arahan Rosulullah SAW, beliau sangat tegas mengingatkan agar kita tidak meninggalkan generasi yang lemah akibat tidak adanya warisan ekonomi yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidup generasi pelanjut agar lebih baik. Oleh karena itu, porsi uang simpanan yang terbaik untuk dipindahkan adalah ke bentuk fisik yang setara tunai, yaitu ke bentuk Emas batangan, atau Koin Dinar Emas.

Mengapa fisik koin dinar emas yang sangat kami rekomendasikan sebagai cara sederhana dan efektif dalam menghancurkan riba secara perlahan? Karena perpindahan aset dari uang Bank ke fisik koin Dinar Emas tidak menimbulkan goncangan ekonomi, malah sebaliknya dalam jangka pendek maupun panjang justru meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat yang memegang aset fisik koin dinar emas. Melalui transaksi perpindahan dari nominal uang Bank ke aset fisik koin Dinar Emas ANTAM inilah transaksi ekonomi ritel tetap terjaga pertumbuhannya, karena koin dinar oleh Negara dimasukkan dalam kategori barang jewellery/perhiasan sehingga setiap keping pencetakannya oleh manufaktur memberikan kontribusi langsung kepada pendapatan Negara.

Jika semakin banyak anggota masyarakat yang melakukan tindakan sederhana berupa aksi memindahkan aset uang tunai Bank yang dimiliki di dalam saldo rekening Bank, lipatan dompet, celengan di rumah, dan lipatan dompet ke bentuk fisik koin Dinar Emas , maka tindakan itu akan menyumbang kejatuhan Riba/Rente dalam jangka panjang laksana benang yang terlepas dari kainnya, dikarenakan uang Bank adalah tulang punggung dari transaksi riba/rente. Dengan berpindahnya uang Bank ke bentuk fisik koin Dinar Emas, atau Emas Batangan maka uang kembali lagi kepada fitrahnya sebagai benda yang sepenuhnya memiliki aset ekstrinsik (bernilai dari angka nominal yang tercantum) dan aset intrinsik (bernilai dari fisik materi uangnya) sekaligus.

Jika bukan Anda yang melakukan tindakan sederhana memindahkan aset tabungan uang tunai Bank ke fisik koin Dinar Emas atau Emas Batangan, maka akan ada orang lain yang akan melakukannya. Karena janji Allah dan Rosul-NYA pasti ditepati dan akurat akan terbukti menjadi nyata.

Bencana kemerosotan dan kehancuran nilai dan daya beli uang Bank terhadap barang dan jasa yang berdedar di masyarakat pasti akan terjadi kelak sebagaimana merosotnya daya beli uang kita melalui mekanisme ilmiah yang bernama "inflasi". Semoga kita tidak menjadi bagian dari orang - orang yang menyesal karena terlambat bertindak dalam menyikapi informasi yang diterima. Mari kita amankan aset tabungan masa depan kita ke bentuk fisik Dinar Emas atau Emas Batangan untuk menjaga agar masa depan kita tidak terimbas dari resiko kehancuran daya beli uang Bank, amankan segera dengan bertransaksi pada jaringan distribusi Dinar Emas terdekat dari tempat tinggal kita. 

Disclaimers :
  • Meskipun tulisan ini dibuat oleh penulis dengan sangat hati - hati berdasarkan data terbatas yang dimiliki oleh penulis,namun tulisan ini hanyalah opini/pendapat pribadi penulis.
  • Sangat disarankan untuk membaca tulisan penulis sebelumnya terkait dengan tulisan ini, di link artikel ini, dan ini.
  • Penulis tidak bertanggungjawab atas segala resiko yang timbul dari digunakannya tulisan ini sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.

























Sungguh akan datang satu zaman di tengah umat manusia, tidak ada satupun orang kecuali dia akan makan riba. Jika dia memakannya, dia akan terkena asapnya.

Read more http://pengusahamuslim.com/5433-hadis-debu-riba.html

Sunday, March 19, 2017

Jangan Beli Dinar Emas Sebelum Menyelesaikan Hal ini

Keputusan membeli Dinar Emas memiliki konsekuensi dan risiko yang harus ditanggung oleh orang yang membelinya. Namun ada hal penting yang harus tuntas kita selesaikan terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian Dinar Emas. Apa itu? Mari kita bahas bersama berikut ini.


Pada artikel sebelumnya, saya telah mengulas tentang pertimbangan yang keliru saat memutuskan membeli Dinar Emas. Pembahasan tersebut penting karena segala keputusan yang dibuat oleh manusia terjadi karena adanya pertimbangan. Bayangkan, betapa mengerikannya pertimbangan yang keliru, selain menyebabkan hasil dari tindakan yang dilakukan menjadi salah kaprah dan tidak sesuai dengan tujuan baik yang terkandung didalamnya, namun lebih dari itu. Saat banyak orang memutuskan membeli Dinar Emas untuk tujuan mencari keuntungan dari selisih harga di masa yang akan datang ...maka sesuatu yang fatal terjadi menimpa pelakunya, yaitu ; tergelincir pada aktifitas yang mengarah kepada kesibukan berspekulasi (ghoror) sehingga merusak keberkahan dari aktifitas kita atas transaksi Dinar Emas tersebut.

Ok, berdasarkan tulisan saya sebelumnya di sini , pembaca sudah paham kata kunci dari tujuan mengapa kita perlu untuk membeli Dinar Emas, yaitu sepenuhnya semata-mata diniatkan untuk hijrah dari sistem keuangan yang zalim dan rente ke sistem keuangan yang berkeadilan serta bebas dari riba, maisyir, dan ghoror.  Namun demikian, memiliki pemahaman yang sempurna untuk berhijrah membeli Dinar Emas saja ternyata TIDAK CUKUP, dan tidak serta merta membebaskan Anda untuk leluasa membeli Dinar Emas.

Mengapa demikian? Karena dalam setiap sen uang yang ada ditangan Anda terdapat hak milik orang lain. Dan hak milik orang lain yang utama harus anda dahulukan tersebut adalah HUTANG. Jika Anda telah memiliki pertimbangan dan keputusan yang bulat untuk berhijrah ke sistem keuangan yang adil ber basis kan Dinar Emas, maka tahan keinginan Anda untuk segera membeli Dinar sebelum benar benar melunasi kewajiban Hutang kepada orang lain. Jangan sampai terjadi hal yang paradoksal dimana Anda bisa beli Dinar Emas tapi punya hutang.

Singkat kata, uang yang Anda belanjakan untuk membeli Dinar Emas haruslah merupakan free money (uang yang bebas), yaitu uang yang sepenuhnya Anda miliki dan memenuhi kewajibannya atas hak orang lain yang ada didalamnya. Jika Anda memaksakan diri membeli Dinar Emas dengan uang yang masih terdapat hak orang lain didalamnya, maka ada risiko berkurang/hilangnya keberkahan atas transaksi tersebut.

Semoga Allah melindungi kita dari setiap transaksi yang jahil dan tidak berkah. Aamiin.

"Lebih baik Tidak Punya Dinar Emas tapi Hutang LUNAS, daripada bisa beli Dinar Emas tapi HUTANG tak terbayar"

 







Saturday, March 18, 2017

Inilah Pertimbangan Keliru Saat Memutuskan Membeli Dinar Emas

Dinar merupakan koin Emas yang saat ini menjadi salah satu alternatif dalam investasi di kalangan masyarakat muslim Indonesia. Selain tujuan utamanya sebagai alternatif investasi, Koin dengan berat 4,25 gram dan kadar emas 22 karat ini juga marak digunakan sebagai mahar nikah,  sedekah, hadiah, dan pembayaran zakat. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang memiliki pertimbangan keliru saat memutuskan membeli Dinar Emas. Apa tuh pertimbangan keliru yang paling umum ada dibenak masyarakat saat memutuskan membeli Dinar Emas? Here we go ..

Pertimbangan paling sumir dan keliru dalam keputusan membeli Dinar Emas adalah  "membeli  dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harganya di masa depan."

Argumen tersebut merupakan jawaban spontan dari mayoritas orang saat ditanya kenapa memutuskan membeli Dinar, dan hal tersebut sah sah saja. Siapa sih manusia yang gak mau untung dalam setiap transaksi ekonomi yang dia lakukan? karena memang salah satu sifat dasar manusia adalah homo economicus, alias mahluk ekonomi yang menyandarkan pertimbangan rasional berdasarkan untung - rugi. Namun dalam konteks Dinar Emas, pertimbangan "cari untung" bukan saja pertimbangan yang keliru, melainkan salah kaprah. Kenapa demikian?

Berikut adalah tabel history "harga" 1 koin Dinar Emas dalam mata uang Rupiah yang saya kutip dari laman Gerai Dinar hari Sabtu, 18 Maret 2017 :
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa : "harga" Dinar Emas terhadap mata uang Rupiah mengalami apresiasi (kenaikan nilai) dalam jangka panjang, yaitu terapresiasi 8.91% dalam setahun terakhir serta terapresiasi 374,75% nilainya dalam 10 tahun terakhir. Namun apakah sejatinya benar demikian? Yes, jika patokannya adalah tabel diatas maka pertimbangan "cari untung" dari beli dinar emas mendapatkan justifikasi/ pembenarannya, karena yang dilihat adalah dalam kacamata nilai Rupiah-nya, bukan dari kaca mata 1 koin Dinar Emas yang jadi pokok persoalan.  Artinya? jika kita amati secara jeli tabel diatas maka kita ketahui bahwa yang bermasalah adalah timbangannya , dalam hal ini adalah mata uang Rupiah-nya yang daya belinya tergerus dari waktu ke waktu.. bukan di Dinar Emas nya. Nilai Dinar Emas nya sendiri bagaimana? ya tetap! 

Jika Rupiah nya yang bermasalah bagaimana caranya agar kita mendapatkan alat ukur yang setimbang dengan Dinar Emas? Ok, good question. Jawabnya adalah dengan "menimbang" Dinar Emas terhadap Komoditi Riil seperti Pisang, dan minyak mentah sesuai analisa link berikut. Berdasarkan link tersebut, Emas sebagai bahan baku Dinar Emas memiliki korelasi nilainya terhadap komoditi berupa Pisang dan Minyak bumi. Berikut resume kutipan dari link tersebut : 

pada tahun 1985 untuk membeli 1 ton pisang dibutuhkan emas seberat 0.86 troy ounce, saat ini tiga puluh tahun kemudian – 1 ton pisang tetap bisa dibeli dengan 0.86 troy ounce emas. Untuk harga minyak malah emas jauh lebih perkasa, bila pada tahun 1985 diperlukan 0.09 troy ounce untuk membeli 1 barrel minyak, kini hanya dibutuhkan kurang dari separuhnya atau hanya 0.04 troy ounce.

 Do You Know that? apa artinya? Artinya adalah ..harga Emas,.. harga Dinar Emas itu dari waktu ke waktu  ... nilai/daya belinya adalah SAMA, alias TETAP. Se keping koin Dinar Emas pada jaman Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu daya beli nya relatif sama dengan hari ini, yaitu sama sama cukup untuk membeli seekor kambing kurban dengan kualitas yang sepadan.

Saat kita menyandarkan Rupiah sebagai patokan, maka kenaikan harga koin Dinar Emas dalam Rupiah adalah kenaikan yang semu dan menyesatkan.

Karena itulah, kami selaku Agen Resmi distribusi Dinar Emas yang terafiliasi dengan jaringan Gerai Dinar sebagaimana dikutip dari link , lebih mengutamakan aspek edukasi ketimbang jual - beli Dinar Emas, dan bertindak sebagai : 
"mitra edukasi ke masyarakat tentang system keuangan yang adil, tentang proteksi nilai, tentang mendorong usaha sektor riil dan mendorong untuk menyebarkan pemikiran positif di masyarakat yang sejalan dengan nilai-nilai ke-Islaman."

Sebagai mitra distribusi Dinar Emas ,

Fokus utama kami adalah edukasi ke masyarakat agar publik paham nilai-nilai tersebut diatas lebih dahulu sebelum membuat masyarakat memutuskan untuk membeli Dinar Emas. Bagi kami masyarakat yang paham – meskipun tidak membeli Dinar Emas, lebih kami utamakan ketimbang masyarakat membeli Dinar Emas namun tidak memahami esensinya atau memahaminya secara salah.

So, mari kita perbaiki niat, dan pertimbangan yang jernih dalam memutuskan membeli Dinar Emas agar tidak terjerumus dalam persepsi yang keliru menjadikan Dinar sebagai sarana untuk mengambil keuntungan semu dari selisih kenaikan harga beli dan jual dari sisi Rupiah di masa yang akan datang.

Sebagai penutup, "Jadi apa pertimbangan yang tepat terkait keputusan untuk membeli Dinar Emas? Jawabnya sederhana, Niatkan membeli Dinar Emas sebagai sarana untuk hijrah semata-mata demi meraih Ridho Allah, agar terbebas dari belenggu kezaliman uang Bank yang berbasis riba rente. Wallahu a'lam.